"Ini adalah Tanda Jokowi Diterima Suku Amarasi"

Bookmark and Share

Fabian Januarius Kuwado Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disambut antusias oleh pedagang dan masyarakat di Pasar Tradisional Oeba, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/4/2014).


KUPANG, TERKINISEKALI.BLOGSPOT.com - Tokoh masyarakat adat suku Amarasi di Desa Ponain, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasangkan destar di kepala dan melilitkan kain sarung di pinggang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. "Ini adalah tanda bahwa Pak Jokowi sudah diterima masyarakat di suku Amarasi," ujar pembawa acara saat Jokowi datang ke desa tersebut, Selasa (29/4/2014) siang. Destar adalah kain tenun khas NTT yang dililitkan di kepala seseorang, menyerupai mahkota. Kain tersebut memiliki warna dominan coklat dengan corak putih dan hitam. Sementara, kain sarung yang dililitkan di pinggang Jokowi memiliki warna dominan coklat dengan garis kuning, putih, dan merah marun. "Pemberian ini memiliki arti filosofis bahwa kamu adalah aku dan aku adalah kamu," terang sang pembawa acara. Suku Amarasi adalah salah satu suku di Pulau Timor. Mereka banyak bermukim di Desa Ponain. Mayoritas warganya beternak sapi yang kemudian dipasok ke sejumlah daerah di Indonesia, antara lain DKI Jakarta dan Surabaya.Kedatangan Jokowi ke desa itu sendiri dalam rangka melakukan penandatanganan MoU antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov NTT bidang peternakan sekaligus ketahanan pangan. Turut hadir Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Pantauan TERKINISEKALI.BLOGSPOT, masyarakat di daerah tersebut mengenal sosok Jokowi melalui media massa. Mereka berebut bersalaman dan berfoto bersama dengan Jokowi. Respons Jokowi kepada warga setempat diapresiasi positif."Dia baru pertama kali bertemu orang sini, tapi sudah klop. Benar sudah, dia jadi orang Amarasi," celetuk warga.


Loading...

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment